Dewan Sorot Mitra MBG di Tana Toraja Salahkan Siswa Keracunan
- account_circle Redaksi Berita Terkini
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE, Louice Cristiana, dari Yayasan Magnolia Champaca Virginiana mitra SPPG Makale Batupapan 1 menyatakan kalau MBG basi kenapa dimakan. Anggota DPRD Tana Toraja, Esra Padatu dari fraksi Demokrat soroti ucapan pengelola SPPG Batupapan 1 tersebut.
Pernyataan Louice Cristina memicu amarah publik dilontarkan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Tana Toraja.
Miris program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tana Toraja harapannya menyehatkan generasi, namun justru merobohkan ratusan siswa keracunan massal dari SMP 1 dan SMP 2 Makale bersama guru.
Parahnya lagi, mitra pengelola dapur justru menyalahkan korban, bukan intropeksi dan mengevaluasi diri.
“Kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan” cetus Louice.
Pernyataan tersebut terlontar saat ia didesak pertanggungjawaban ratusan siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale tumbang gegara keracunan, Kamis (3/9).
Esra Padatu dari fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja tegas menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tana Toraja pasca 159 siswa SMP 1 dan SMP 2 keracunan setelah menyantap MBG dari SPPG 01 Batupapan, Makale.
Meskipun SPPG 01 Batupapan, Makale disusped (berhenti beroperasi sementara) sejak 3 September 2026 kemarin disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendar, Mulyadi, disela-sela RDP di DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9).
Namun kita lebih butuh pembangunan infrastruktur daerah terpencil, khususnya dana lembang (desa), pembangunan (Kecamatan) terjauh Simbuang-Mappak, Kecamatan Bittuang seperti Sasak, Sandana, Bau dan Rembo-rembo, ujarnya.
Esra tidak menampik, aspirasi menghentikan program MBG bukan hanya dirinya sebagai anggota DPRD, tetapi juga keinginan sebagian masyarakat Tana Toraja.
Politisi partai Demokrat ini jelaskan, bagi masyarakat Tana Toraja lebih mendesak pembangunan infrastruktur menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat ketimbang MBG.
Katanya, kesehatan gratis, pendidikan gratis, serta peningkatan sumber daya manusia lebih mendesak (*).
- Penulis: Redaksi Berita Terkini

Saat ini belum ada komentar