Polemik Geotermal di Sangalla Memicu Kerusakan Lingkungan
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE, Gelombang aksi demontrasi menolak proyek geotermal (panas bumi) di Sangalla Tana Toraja, Senin (25/5) geruduk DPRD Tana Toraja.
Protes serupa sebelumnya dari warga Bittuang Toraja Barat karena masyarakat khawatir proyek tersebut akan memicu kerusakan lingkungan dan mengancam ruang hidup.
Warga tergabung dalam Sangallaran memprotes eksplorasi panas bumi karena sejumlah alasan, selain ncaman sumber air, juga pengeboran dikhawatirkan mencemari atau merusak aliran mata air yang sangat vital bagi warga dan lahan pertanian, terang Frengbgky jendlap aksi demo.
Katanya, resiko bencana aktivitas di zona panas bumi memunculkan kekhawatiran akan terjadinya longsor, pergeseran tanah, atau semburan gas beracun. Demikian pula warga kehilangan lahan, khawatir alih fungsi hutan adat atau lahan garapan warga untuk infrastruktur proyek.
Menurut Frengky, fenomena muncul eksplorasi Geotermal di Sangalla gegara tidak transparan dan kurangnya sosialisasi pelibatan masyarakat lokal, baik pengambilan keputusan, dan keterbukaan informasi dari pemerintah maupun pengembang.
Apalagi pemerintah pusat memandang geotermal salah satu sumber energi terbarukan diandalkan pemasok listrik bersih dan mencapai target transisi energi nasional, terang Frengky.
Gerakan Pemuda Sangsangallaran Menolak Geothermal menggelar aksi demonstrasi di DPRD Tana Toraja menolak rencana pembangunan dan eksplorasi energi panas bumi (geothermal) yang akan masuk ke wilayah Sangalla.
Proyek gheotermal di Dusun Wala, Lembang Tokesan, Kecamatan Sanggalla Selatan, Tana Toraja (*).
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar