Pendemo “Sandera” Bupati Tana Toraja di DPRD, Aksi Tolak Geotermal Berakhir Ricuh
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE — Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal (AMTTG), Kamis (19/2), di Kantor DPRD Tana Toraja berakhir ricuh setelah massa mendesak pimpinan dan anggota dewan serta Bupati Tana Toraja menandatangani pernyataan penolakan proyek panas bumi.
Aksi penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Lembang Balla dan Kecamatan Bittuang memanas hingga aparat kepolisian dan Satpol PP bekerja ekstra menenangkan situasi.
Ketegangan memuncak setelah Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja, Agustinus Patinggi, menyampaikan hasil rembuk antara pemerintah daerah dan anggota dewan. Massa aksi menolak hasil tersebut sehingga suasana berubah gaduh.
Pendemo kemudian memblokade pintu keluar gedung DPRD Tana Toraja. Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, yang saat itu masih berada di ruang kerja Ketua DPRD, sempat tertahan di dalam gedung selama beberapa jam.
Situasi semakin memanas ketika massa membakar ban bekas di depan pagar jalan keluar gedung dewan serta menahan kendaraan dinas bupati. Aparat keamanan berjaga di lokasi dan melakukan negosiasi agar akses jalan dibuka demi menjaga kondusivitas.
Koordinator aksi, Daniel Somba’, menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan aspirasi murni masyarakat.
“Kami menolak proyek geothermal karena berisiko terhadap kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” singkatnya.
Hingga situasi berangsur kondusif, aparat keamanan terus melakukan pendekatan persuasif kepada massa guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar