Situasi Memanas Jelang Eksekusi Tongkonan Ka’pun
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE — Menjelang pelaksanaan eksekusi Tongkonan Ka’pun oleh Pengadilan Negeri (PN) Makale pada Kamis (4/12), situasi di lapangan memanas. Pihak keluarga yang akan tereksekusi menolak keputusan tersebut dan menggelar aksi demonstrasi di DPRD Tana Toraja serta Kantor PN Makale.
Aksi protes dipimpin oleh Aliansi Sangtorayan, yang terdiri dari gabungan pemuda, remaja, serta keluarga besar Tongkonan Ka’pun yang menuntut keadilan atas putusan yang dinilai merugikan mereka.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. PN Makale telah resmi menerbitkan Surat Perintah Pelaksanaan Eksekusi tertanggal 4 Desember, yang ditandatangani Ketua PN Makale, Medi Rapi Batara Randa, SH., MH.
Di DPRD Tana Toraja, massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Kendek Rante dan Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L. Paundanan, di pelataran gedung dewan.
Kendek Rante menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi kepada DPRD idealnya dilakukan melalui mekanisme persuratan agar dapat dilayani secara optimal.
“Apa yang dialami warga tentu kami turut rasakan. Betapa berat dan pedihnya melihat tongkonan sebagai simbol keluarga berpotensi dieksekusi menggunakan alat berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meski Forkopimda telah melakukan mediasi antara pemohon dan termohon, tidak tercapai titik damai sehingga hukum harus ditegakkan.
Wakil Bupati Erianto menambahkan bahwa Pengadilan memiliki tugas untuk menuntaskan perkara perdata yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).
“Eksekusi Tongkonan Ka’pun sebelumnya telah ditunda. Pemda sudah berupaya memfasilitasi mediasi agar ditempuh eksekusi damai, namun tidak ada kesepakatan. Putusan hukum yang sudah inkracht wajib dijalankan,” tegasnya.
Erianto menyebut bahwa seluruh pihak turut prihatin karena tongkonan sebagai lambang persatuan dan warisan leluhur berusia ratusan tahun harus menghadapi proses eksekusi.(*)
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar