Zatria Torehkan Prestasi, Wujud Kerja Keras Bersama
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar

BERITATERKINI – MAKALE Satu tahun kepemimpinan dr. Zadrak Tombeg dan Erianto Laso’ Paundanan (Zatria) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja periode 2025–2026 mencatat berbagai capaian positif di sejumlah sektor strategis, mulai dari kesehatan, ketenagakerjaan, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pelayanan administrasi kependudukan.
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan fiskal daerah, di mana transfer keuangan ke Kabupaten Tana Toraja mengalami penurunan signifikan, yakni sekitar Rp50 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan berkurang hingga Rp200 miliar pada tahun 2026. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pembangunan layanan dasar yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Di sektor kesehatan, Tana Toraja menorehkan prestasi nasional dengan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC). Saat ini, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah tersebut telah mencapai 99,42 persen dari total penduduk sebanyak 295,4 ribu jiwa.
Capaian UHC ini terwujud berkat komitmen pemerintah daerah yang secara konsisten mengalokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar setiap tahun selama tiga tahun berturut-turut untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pada sektor ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja juga fokus memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), baik bagi pekerja formal maupun pekerja rentan di sektor informal. Hingga kini, tingkat perlindungan sosial ketenagakerjaan telah mencapai 73,09 persen dari total pekerja, termasuk melalui sinergi perlindungan di tingkat lembang dan komunitas.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemkab Tana Toraja tengah membangun Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera. Pembangunan SR Tana Toraja didanai melalui APBN dengan nilai Rp241.321.634.261,48, dan proyek tersebut dimenangkan oleh PT Waskita Karya melalui proses tender.
Sekolah Rakyat tersebut berlokasi di Mapongka, Kecamatan Mengkendek, pada kawasan hutan yang telah dibebaskan oleh pihak Kehutanan dan memiliki sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) 20.09.000003855.0.
Di sektor lingkungan hidup, Pemkab Tana Toraja membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang bernilai ekonomi. Kehadiran TPA modern ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemkab Tana Toraja juga terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), melalui inovasi layanan jemput bola perekaman e-KTP hingga ke wilayah pelosok dan terpencil.
Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg menegaskan bahwa berbagai prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat, dengan fokus pada pembangunan yang berorientasi pada layanan dasar, perlindungan sosial, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Zatria terus mendorong tata kelola pemerintahan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan, termasuk pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel demi mewujudkan Tana Toraja Masero,” ujar Zadrak.
Program Tana Toraja Masero—yang mencakup Masero Tangnga, Masero Painan, dan Masero Tikulau—diketahui sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Selain itu, upaya penataan lingkungan juga diperkuat melalui optimalisasi tenaga kebersihan dan Tim Reaksi Cepat (TRC). Ketua Tim Penggerak PKK Tana Toraja, dr. Erni Yetti Riman, bahkan secara pribadi turut memberikan dukungan dengan membiayai jasa tenaga kebersihan. Langkah ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri guna mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, aman, serta meningkatkan daya tarik ruang publik dan sektor pariwisata.
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar