Toraya Ma’kombongan Jadi Ruang Penguatan Pelestarian Adat dan Budaya Toraja
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month Sel, 16 Des 2025
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE — Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, secara resmi membuka kegiatan Toraya Ma’kombongan yang digelar di Gedung Tammuan Mali, Makale, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat pelestarian adat dan budaya Toraja di tengah dinamika pembangunan daerah.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam pembukaan tersebut, di antaranya mantan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Gerindra Firmina Tallulembang, Ketua TP PKK Tana Toraja Dr. Erni Yetti Riman, serta unsur Forkopimda dan undangan lainnya.
Dalam kegiatan ini, para narasumber dari unsur Forkopimda secara bergantian menyampaikan materi. Paparan diawali oleh Dandim 1414 Tana Toraja, kemudian dilanjutkan Kapolres, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Makale. Materi yang disampaikan mengulas nilai-nilai Tana Toraja Masero, yang mencakup Masero Tangnga, Masero Painan, dan Masero Tikulau sebagai filosofi hidup masyarakat Toraja.
Ditekankan bahwa norma adat dan budaya merupakan kebiasaan, nilai, serta aturan yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi Toraja seperti rambu solo’ dan rambu tuka’ tidak hanya membentuk identitas budaya, tetapi juga menjadi kekayaan tradisi yang menjaga keharmonisan sosial masyarakat.
Adat dan budaya Toraja memiliki sistem nilai, norma, kelembagaan, serta hukum adat yang hidup dan dijunjung tinggi. Pelanggaran terhadap nilai-nilai tersebut kerap menimbulkan sanksi sosial sebagai bentuk pengendalian dan penjagaan tatanan kehidupan bersama.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, mengatakan Toraya Ma’kombongan merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Toraja yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan budaya daerah lain.
“Toraya Ma’kombongan ini menjadi ruang bersama untuk menjaga dan merawat adat serta budaya Toraja. Pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan ini selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu,” ujar Zadrak.
Ia menjelaskan, hasil pembahasan yang dilakukan dalam empat komisi akan dirumuskan sebagai rekomendasi strategis guna memperkuat pelestarian budaya Toraja ke depan, sejalan dengan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai kearifan lokal (*).
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar