Bupati Tana Toraja Siap Fasilitasi Warga Bittuang Dialog dengan Kementerian ESDM
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE — Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, bersama Wakil Bupati Erniato Paundanan dan anggota DPRD menerima aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal dari warga Bittuang di lobi DPRD Tana Toraja, Kamis (19/2/2025).
Dalam keterangannya kepada media, Zadrak menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Pemerintah daerah, kata dia, terbuka terhadap berbagai pandangan masyarakat terkait rencana eksplorasi panas bumi di Lembang Balla dan Kecamatan Bittuang.
“Unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi. Pemerintah menghargai aspirasi masyarakat dan siap memfasilitasi pertemuan dengan Kementerian ESDM agar persoalan ini dibahas secara terbuka dan komprehensif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
Menanggapi tudingan sebagai provokator saat situasi sempat memanas, Zadrak membantah keras. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya hanya berupaya mendekat untuk berdialog langsung dengan massa aksi.
“Saya ingin lebih dekat dengan para demonstran untuk berbicara langsung. Namun karena ada teriakan dari massa, saya memilih kembali duduk untuk menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Zadrak menegaskan, pemerintah daerah akan mengedepankan dialog dan keterbukaan informasi dalam menyikapi rencana eksplorasi panas bumi di Tana Toraja. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Sementara itu, rencana eksplorasi geothermal di Kecamatan Bittuang menuai penolakan dari sejumlah warga. Penolakan tersebut disuarakan oleh kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal Bittuang melalui aksi unjuk rasa di kantor DPRD Tana Toraja.
Dalam aksinya, massa menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak sosial, budaya, dan ekologi dari proyek tersebut.
Koordinator Aliansi, Daniel Somba’, mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah daerah dan DPRD.
“Menurut saya, apa yang kami sampaikan tidak ditanggapi secara serius. Surat pernyataan dukungan penolakan tidak ditandatangani, justru memilih masuk dan menghindar,” ujar Daniel kepada awak media.
Warga Bittuang menilai proyek geothermal perlu dikaji secara menyeluruh dan disosialisasikan secara transparan sebelum ada keputusan lebih lanjut.
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar