Pansus Rekomendaaikan Lemahnya SDM Bendahara Lembang
- account_circle BeritaTerkini
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Lembang (BPMPL) Tana Toraja, Marida Bungin, Rabu (22/4) pada rapat kerja (Raker) dengan Pansus LKPJ Bupati Tana Toraja 2025 tegaskan, fenomena utama terjadi di Lembang (Desa) minimnya sumberdaya pengelolaan keuangan yang benar.
Hal ini menyebabkan pertanggungjawaban keuangan dana desa kerap terlambat dilaporkan membuat percairan keuangan juga telat.
Ia beberkan, tahun anggaran 2026 hingga April belum ada dana desa cair. Saya berharap Inspektorat Daerah turun tangan melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Demikian pula anggota dewan sering-sering turun didapilnya kontrol aktivitas aparat Lembang sehingga proses pembangunan kita awasi bersama, terangnya.
Lanjut Marida Bungin, tenaga pendamping Lembang di Tana Toraja tinggal 40 orang, sebelumnya 70 orang. Pengurangan terjadi setelah turun aturan tenaga pendamping desa turut caleg diberhentikan agar independen menjalankan tugas pendampingan.
Diakui Marida, tingkat kesejahteraan Kepala Lembang dan aparatnya jauh dari cukup, utamanya setelah pemotongan anggaran desa.
Ketua Pansus Yusuf Pangaroan tegaskan, lembang ujung tombak pembangunan hendaknya sportif kelola dana desa sehingga asas manfaat dinikmati masyarakat.
Persoalan terjadi di BPMPL tentu menjadi catatan dan rekomendasi dewan kepada pemerintah daerah, singkatnya.
Anggota Pansus turut melakukan pembahasan Frans Sandakila fraksi Golkar, Marten Tarukbua dan Yul Purwanto fraksi Gerindra, Sinai fraksi Nasdem, dan Kristian Talebong fraksi PDIP.
OPD lain juga diundang Pansus hadir PTSP, Kominfo, dan BPBD (*).
- Penulis: BeritaTerkini

Saat ini belum ada komentar