Polemik Pernyataan Mitra SPPG, Bupati Zadrak Pilih Fokus Penanganan Siswa
- account_circle Redaksi Berita Terkini
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BERITATERKINI, MAKALE, Pernyataan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja menuai sorotan dan memantik kemarahan publik.
Pernyataan Louice Cristiana Mangontan tersebut viral di media sosial pasca RDP di DPRD Tana Toraja.
Dalam forum RDP, Lusi melontarkan pernyataan dinilai menyudutkan siswa saat membahas kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau sudah tahu bau, kenapa masih dimakan, tabe’,” ujar Lusi di ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja.
Pernyataan itu disampaikan ketika RDP membahas dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru SMPN 1 Makale serta SMPN 2 Makale setelah menyantap menu MBG.
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menyayangkan pernyataan tersebut. Menurutnya, pernyataan itu tidak semestinya muncul, terlebih ketika para siswa masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan.
“Kita prihatin mendengar pernyataan seperti itu. Anak-anak sedang sakit dan harus menjalani perawatan. Dalam situasi seperti ini, yang seharusnya dikedepankan adalah empati dan tanggung jawab, bukan menyalahkan,” tegas Zadrak.
Ia memahami jika pernyataan tersebut kemudian memicu kemarahan orang tua siswa.
Menurutnya, walaupun pengelolaan/pengoperasian serta SOP SPPG adalah adalah kewenangan BGN
Namun, kondisi dialami masyarakat Tana Toraja membuat pemerintah daerah tidak tinggal diam, apalagi terdampak anak kita, masyarakat kita, pemerintah daerah tidak hanya melihat dari jauh. Ada tanggung jawab moral harus kita jalankan,” ujar Zadrak.
Pemkab Tana Toraja, kata dia, sejak awal memprioritaskan penanganan kesehatan para siswa diduga mengalami keracunan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Fokus pemerintah daerah memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal hingga kondisinya benar pulih. Sementara persoalan SOP dan tata kelola SPPG, itu menjadi ranah BGN ditindaklanjuti,” jelasnya.
Zadrak juga memastikan kondisi kesehatan para siswa terus membaik. Dari total 189 siswa yang sebelumnya menjalani perawatan, saat ini tersisa 14 siswa yang masih menjalani rawat inap.
“Kondisi anak-anak berangsur membaik. Dari 189 siswa yang sempat mendapatkan perawatan, kini tinggal 14 yang masih dirawat inap. Kita berharap seluruhnya segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya (*).
- Penulis: Redaksi Berita Terkini

Saat ini belum ada komentar